Announcement:

Selamat datang di blog infosumbar

Tampilkan postingan dengan label sumbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumbar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

Sumbar | Jalin Kerjasama Pendidikan Dan Perdagangan, Puluhan Pejabat Sumbar Akan Ke Maroko

Untuk meningkatkan dan menjalin kerjasama di bidang pendidikan, puluhan pejabat Sumatera Barat akan berangkat ke Maroko pada tanggal 21 mei 2014.

Jajaran pejabat tersebut terdiri dari 6 kepala daerah Kab/Kota, ditambah jajaran Dinas Pendidikan Sumbar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

6 Kepala Daerah Kab/Kota yang ikut antara lain, Padang, Pasaman Barat, Sijunjung, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang Pariaman dan Sekda Tanah Datar. Sementara Gubernur tidak akan ikut dalam rombongan ini.

Kerjasama ini sebenarnya adalah lanjutan dari tahun 2013 lalu, dimana datangnya Duta Besar Maroko ke Sumbar dan ingin mengajukan kerjasama di bidang pendidikan, pariwisata dan perdagangan.

“Iya itu berdasarkan undangan, karena kita memiliki kemiripan budaya, terutama di sana juga negara muslim, maka kita mencoba jajaki, makanya kita adakan pameran tunggal hasil kerajinan Sumbar,” Kepala Bappeda Sumbar, Afriadi Laudin dikutip dari Antara Sumbar.

Nantinya di Maroko juga akan diadakan pameran tunggal dan pementasan tarian-tarian khas Minang. Untuk kerjasama di bidang pendidikan akan ada penandatanganan  letter of intent (LOI) antara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang dengan salah satu perguruan tinggi di Maroko.

Diharapkan dari kerjasama ini akan menghasilkan keuntungan bagi kedua negara terutama dalam ketiga bidang tersebut.

Senin, 29 Juli 2013

Listrik Sering Padam, PLN Angkat Tangan

Instruksi Menteri BUMN Dahlan Iskan membentur ruang hampa. Pemadaman bergilir yang ia minta dihentikan, tak bisa ditunaikan PLN Sumbar. PLN angkat tangan karena kondisi yang memaksa.

PLN menyatakan pemadaman bergilir tidak bisa dihentikan karena tiga PLTA — Singkarak, Maninjau dan Koto Panjang — kekurangan air untuk menggerakkan turbinnya. Selain itu, PLTU Ombilin tak ‘sembuh-sembuh’ juga sejak setahun lalu karena seenaknya ‘memakan’ batubara kalori rendah.

Akan halnya, PLTU Teluk Sirih yang diharapkan bisa jadi jangkar, justru belum bisa beroperasi karena belum finalisasi. Pada sisi lain produksi listrik turun karena elevasi (ketinggian) air seluruh danau di Sumbar turun. Rumitnya, permintaan sambung baru terus naik.

Manager PLTA Singkarak Sektor Pembangkitan Bukittinggi, Sudrajat, mengatakan, elevasi air Danau Singkarak dalam posisi kritis, sehingga pembangkit tidak beroperasi pada siang hari. Hal itu guna menjaga stabilitas kedalaman air danau. Namun jika tetap dipaksakan, penurunan elevasi air danau menjadi semakin cepat.

“Nah, bisa lebih parah lagi, kan. Makanya, kami mulai melakukan penghentian operasional pembangkit pada siang hari. Sementara, empat pembangkit di PLTA Singkarak tidak masalah,” kata Sudrajat pada wartawan di sela-sela kunjungan PLN Wilayah Sumbar ke sejumlah pembangkit, Singkarak, Kamis (26/7).

Kunjungan diikuti Kepala Divisi Humas PLN Wilayah Sumbar, Ridwan dan Asisten Manager Area Padang, Junaidi. Selain itu, juga diikuti Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Basril Basyar. Kemudian Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Sumbar, Dahnil Aswad dan sejumlah wartawan dari berbagai media.

Selama tiga bulan terakhir, lanjutnya, penurunan elevasi air Danau Singkarak mencapai dua centimeter setiap hari. Pada posisi 24 Juli 2013, posisi elevasinya hanya tercatat 360.39 MDPL (meter dari permukaan laut) atau di bawah kondisi normal. Idealnya, tingkat elevasi air Danau Singkarak untuk layak operasi setidaknya 363 MDPL.

Dengan tingkat elevasi 360.39 MDPL tersebut, pengoperasian PLTA harus mendapat izin direksi. Bahkan jika terus menurun hingga menyentuh angka 359,5 MDPL, pengoperasian pembangkit harus mendapat izin gubernur. Dalam kondisi normal, PLTA Singkarak bisa menghasilkan 175 MW (985 GWH per tahun). Produksi energi disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV ke Sistem Kelistrikan Sumbagteng.

Sedangkan elevasi paling parah terjadi pada PLTA Koto Panjang, di posisi 76.00 MDPL. Sementara, elevasi air Danau Maninjau masih dalam kondisi normal pada angka 462.91 MDPL. Bahkan, saat ini juga mengalami penurunan kedalaman dua centi meter setiap hari. Penurunan tersebut terjadi akibat rendahnya curah hujan di daerah sekitar dan berubahnya kondisi hutan yang ada di sekitar danau.

Khusus untuk Singkarak, pengaruh paling besar adalah perubahan pada Batang Sumpur dan Sungai Buluh sebagai hulu danau.
“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah soal penurunan ini. Jadi, pemadaman untuk menjaga elevasi air. Jika kondisi normal, kami bisa menyuplai 40 persen selama beban puncak,” tuturnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya kedua pembangkit di PLTU Ombilin. Kerusakan pertama terjadi pada generator pembangkit unit 2 sejak Oktober 2012. Sedangkan pada Juni 2013, pembangkit unit 1 juga mengalami gangguan pada coil bar dan cor iron generatornya. Kerusakan terjadi akibat beratnya beban yang ditanggung PLTU mulut tambang itu.

Antisipasi
Sebagai antisipasi jangka pendek, pihak PLTU memindahkan maintransformer unit 2 pada unit 1, sehingga bisa beroperasi kembali. Sementara, pembangkit unit 1 dalam proses investigasi yang dilakukan vendor yang diperkirakan rampung pada Oktober depan,”

“Kami sangat terpukul dengan rusaknya pembangkit Ombilin,” jelas Asisten Manager Operasi PLTU Sijantang, Riki Melayu.
Dengan satu pembangkit yang beroperasi, PLTU Ombilin hanya bisa mengeluarkan energi listrik 1×70 MW. Sementara, daya terpasangnya tercatat 2×100 MW yang masuk pada sistem Sumbagsel. Sedangkan untuk jangka panjang, tambah Riki, pihaknya bakal mendatangkan mesin baru. Mesin tersebut diperkirakan datang pada 2014.

Teluk Sirih Jawabannya
Sementara, General Manager PLN Wilayah Sumbar, Wasito Adi, menyampaikan, daya dukung listrik di Sumbar belum bisa memenuhi permintaan konsumen. Produksi listrik saat ini hanya 402 MW. Sedangkan kebutuhan saat beban puncak yang mencapai 472 MW. Selama ini, kekurangan tersebut disuplai dari sistem Sumbagsel hingga 117 MW setiap hari.

Di luar beban puncak, defisit listrik di Sumbar mencapai 55 MW dari kebutuhan 353 MW. Pada beban puncak, kekurangan mencapai 19 MW dari kebutuhan 472 MW. “Ini setelah adanya suplai dari listrik sistem Sumbagsel 117 MW di luar beban puncak dan 19 MW saat beban puncak,” ungkap Wasito.

Selain optimalisasi pembangkit, jawaban atas masalah ketenagalistrikan di Ranah Minang saat ini adalah PLTU Teluk Sirih. Dengan kapasitas terpasang 2×100 MW, PLTU tersebut bisa menutup defisit yang terjadi saat ini. “PLTU itu nantinya bakal dikelola sistem Sumbagsel bersama PLTU Sijantang, Sawahlunto,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melaksanakan arahan Menneg BUMN, Dahlan Iskan mengoptimalkan genset yang dimiliki perhotelan dan industri. Kendati demikian, pihaknya terlebih dahulu menginventarisir genset yang dimiliki hotel dan industri tersebut. “Apakah gensetnya memadai atau tidak. Kalau soal kompensasi, kami siap membayarnya,” tutup Wasito.

harian singgalang/Tedy Setiawan

Jumat, 26 Juli 2013

Lowongan Kerja di Bank Indonesia

bank indonesia logo

Bank Indonesia membuka peluang bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung melalui Program Pendidikan Calon Pegawai Muda Bank Indonesia (PCPM - BI).

Untuk Putra/Putri terbaik bangsa yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi, komitmen untuk bekerja secara profesional, dan motivasi untuk bersama membangun negeri, BANK INDONESIA mengundang Anda untuk mengikuti seleksi Program Pendidikan Calon Pegawai Muda Bank Indonesia (PCPM - BI).


PERSYARATAN :

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)

  2. Pendidikan minimal S1 dengan IPK minimal 3.00 (dari skala 4.00)

  3. Usia maksimal per tanggal 26 Juli 2013 :

    1. 26 tahun untuk S1

    2. 28 tahun untuk S2



  4. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif, ditunjukkan dengan sertifikat ITP TOEFL yang memiliki skor minimal 500 (bukan TOEFL prediksi) atau IELTS dengan skor minimal 5.5.
    Bagi yang tidak memiliki sertifikat harus mengikuti Tes Kemampuan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

  5. Bersedia menjalani ikatan dinas dan melepas ikatan dinas dari institusi lain

  6. Bersedia untuk tidak hamil selama pendidikan

  7. Tidak memiliki saudara kandung/suami/istri yg bekerja di Bank Indonesia

  8. Bersedia ditempatkan di seluruh kantor Bank Indonesia


Periode pendaftaran : 26 Juli - 1 Agustus 2013




  • Keputusan untuk memanggil pelamar dan penentuan hasil seleksi sepenuhnya merupakan kewenangan Bank Indonesia serta tidak dapat diganggu gugat.

  • Selama proses seleksi, Bank Indonesia tidak melayani surat menyurat, E-mail, dan sarana komunikasi lainnya.

  • Kepada peserta tidak akan dipungut biaya apapun


Undangan formal hanya akan dikirimkan melalui:




  • Melalui Email akan dikirimkan oleh PCPM BI - EXPERD dengan alamat email: bi@experd.com

  • Melalui SMS melalui nomor telepon: 08111660253 dan 08111040060

  • Selalu periksa kembali status aplikasi Anda di https://bi.experd.com


Untuk Lulusan S1 atau S2 dari program studi :

  • Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan

  • Akuntansi

  • Manajemen (Keuangan dan SDM)

  • Ilmu Hukum

  • Administrasi Niaga/Bisnis

  • Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis

  • Teknik Industri

  • MIPA Statistika

  • MIPA Matematika


Lamar disini

Listrik Mati seperti Makan Obat, PLN Harus Carikan Solusi

uu perlindungan konsumen

Janji PLN ti­dak ada pemadaman listrik se­­la­ma Ramadhan hanya isa­pan jempol. Selama Rama­dhan ta­hun 2013, pemadaman listrik tak terbendung dan terjadi ber­kali-kali. Kondisi itu di­keluhkan masyarakat, ter­uta­ma usaha kecil dan mene­ngah yang sangat ber­gantung pada listrik.

Kemarin (24/7) saja, listrik berkali-kali padam di Padang. Misalnya di Perumnas Belim­bing, Kuranji, warga terpaksa sahur dalam kegelapan karena listrik padam.

Siangnya, pengusaha foto­copy, warnet dan percetakan di Air­tawar, dekat kampus UNP, ti­dak bisa menjalankan usa­ha­nya karena listrik pudur. Begitu juga di kawasan Pasar Batipuh, Padang Selatan dan Padang Baru, Padang Barat. Kemudian, mati lampu juga terjadi di Tabing hingga Ka­yu­kalek di Kecamatan Kototangah.

Kian masifnya pemada­man listrik itu membuat gaduh du­nia maya. Masyarakat hanya me­lampiaskan emosinya di me­dia sosial, seperti Facebook, Twitter dan Blackberry Mas­sanger.

“Semua transaksi kantor kami melalui elektronik. Se­perti komputer, jaringan inter­net, transaksi online bank, setoran ke maskapai, hingga promosi, semuanya mem­bu­tuhkan listrik,” ujar Edi Kur­niawan, pengusaha penjua­lan tiket pesawat di Padang.

Mantan presiden BEM Unand ini menilai, kinerja PLN patut dipertanyakan. Kalau tidak ada perubahan, sewa­jarnya masyarakat mengadu­kan masalah ini ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau Ombudsman.

Sejak lampu sering padam, ungkap Edi, omzetnya anjlok hingga 20 persen. Padahal, bulan puasa ini banyak orang yang ingin beli tiket pesawat. “Kami usahakan mengakali dengan laptop dan modem, tapi kalau matinya lama, kan baterai laptop tidak kuat juga,” jelasnya.

Selain mempengaruhi usa­ha, padamnya listrik juga meng­­­ganggu aktivitas ma­syarakat di bulan Ramadhan. “Harusnya kami khatam pada tadarus tadi malam. Karena lampu mati, kami batal kha­tam,” jelas salah seorang pe­ngu­rus masjid di Padang.

Merata di Sumbar
Pemadaman listrik hampir merata terjadi di seluruh kabu­paten/kota di Sumbar. Lapo­ran koresponden Padang Eks­pres di Tanahdatar, Dhar­masraya, Sijunjung, Solok, Payakumbuh, Kabupaten So­lok, mengaku lampu mati se­perti minum obat. “Kadang mati lampu bisa setengah hari. Kalau begini terus, bisa habis omzet saya hingga 50 persen,” ujar Almusteqi, 32, pengusaha warnet di Dharmasraya.

Hal serupa disampaikan Mardan, 28, pengusaha studio foto di Sijunjung. “Kadang matinya seharian, sehingga saya tidak bisa bekerja,” jelas warga Nagari Kumani itu.

Begitu juga di Lintaubuo, Tanahdatar. Warga mengeluh­kan banyak barang elektronik yang rusak karena mati lampu. “Mati lampu di sini tak terhi­tung kalinya. Billing dan kom­puter jadi rusak. Yang kesal­nya, kadang mati saat kami sedang berbuka,” jelas Lindo, pemilik warnet di Nagari Pa­ngian, Lintaubuo.

Fifi, PNS di Sijunjung me­ngatakan, listrik bisa mati sebanyak 4 kali sehari dan dalam waktu yang lama. “Seka­rang saja sedang mati. Tadi malam juga mati semalaman, mati lampu sudah seperti ma­kan obat. Bisa 3 kali sehari,” ujar wanita yang berprofesi sebagai perawat itu.

Sebelumnya, PLN berjanji tidak akan memberlakukan pemadaman bergilir selama Ramadhan. Upaya untuk tidak terjadi melakukan pema­da­man bergilir disampaikan dua hari menjelang Ramadhan. Ini seiring tuntasnya perbai­kan kerusakan alat di PLTU Om­bilin. Pihak PLN dalam hal ini, juga telah menyiapkan petugas dan komponen alat jika se­waktu-waktu terjadi kerusa­kan kembali.

Ketika dikonfirmasi Pa­dang Ekspres kemarin, Deputi Manager Humas PLN Wilayah Sumbar Ridwan mengatakan, masih adanya pemadaman disebabkan gangguan pada pembangkit di Ombilin, di­tam­bah debit air Danau Ma­ninjau yang terus menurun.

Dia menjelaskan, Sumbar membutuhkan 435 MW listrik di saat beban puncak. PLTU Ombilin yang menghasilkan 2X100 MW, satu di antaranya tidak beroperasi. Tentu saja pa­sokan listrik tidak bisa me­me­nuhi kebutuhan listrik Sumbar.

“Jadi, saat ini kita me­masok listrik dari Sumatera Selatan. Diperkirakan hal ini akan terjadi sampai Oktober,” jelasnya.

PLN Harus Carikan Solusi
Ketua LPKSM Padang, Erison AW yang juga wakil ketua Badan Penyele­saian Sengketa Konsumen (BPSK) Padang, mengaku banyak menerima pengaduan, baik secara langsung, via telepon, dan SMS tentang seringnya mati lampu ini.

Menurutnya, pemadaman listrik berulang kali ini membuat masyarakat tidak nyaman dan rugi. “PLN bisa diduga telah melanggar UU Perlin­dungan Konsumen, terutama pasal 4 (selengkapnya lihat foto). Bila ada masyarakat yang merasa dirugikan, bisa mengadu ke BPSK.

Di Padang, sudah ada dua orang yang meng­a­dukan PLN ke BPSK, bahkan kasusnya sam­pai ke pengadilan,” jelasnya.

Ketua YLKI Sumbar, Dah­nil Aswad mengatakan, pema­daman setiap Ramadhan meng­gambarkan tidak serius­nya PLN memelihara pera­latan dan melakukan maintenance. “Saya rasa rutinitas maintenance tidak dilakukan sesuai jadwal. Kalaupun harus ada perbaikan, kenapa dilaku­kan bulan puasa, kenapa tidak sebelum puasa,” tanya Dahnil.

Dia menjelaskan, setiap tahun PLN beralasan listrik harus dipadamkan karena de­bit air yang menurun atau karena kerusakan pembangkit. Artinya, tidak ada perhi­tu­ngan, tidak belajar dari penga­laman, dan tidak ada tero­bosan untuk mengatasi per­masalahan.

“Kalau memang seperti itu setiap tahun, harusnya ada jalan keluarnya. Misalnya, dengan menghidupkan diesel. Walau pengeluarannya lebih besar, itu harus dilakukan, karena masyarakat sebagai konsumen tidak bisa mene­rima alasan yang sama setiap tahunnya,” ulasnya.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Sumbar, Afrizal mengatakan, dia sudah banyak menerima keluhan masya­rakat terkait hal ini. Untuk itu, dia akan segera menggelar hearing dengan PLN Wilayah Sumbar untuk mengungkap permasalahan listrik Sumbar dan membahas solusinya.

“Saya juga heran, karena sebelum Ramadhan saya sem­pat dialog dengan GM PLN. Saya tanya tentang debit air dan pasokan listrik selama Ramadhan. Dia mengatakan aman, namun yang terjadi bertolak belakang dengan yang dikatakan,” ulas Afrizal.

Menurut Afrizal, apa pun alasan pemadaman listrik yang melanda hampir seluruh ka­wa­san Sumbar itu, PLN harus mengantisipasinya dan men­carikan solusinya. “Ja­ngan hanya memberikan alasan. Namun, atasi perma­sala­han­nya. Rakyat tidak boleh dibuat menunggu, apalagi secara ekonomi padamnya listrik membunuh aktivitas masya­rakat,” tegasnya.

padang ekspres/Hijrah Adi Sukrial

Senin, 22 Juli 2013

Inilah Daftar Instansi Pemerintah yang Akan Rekrut CPNS 2013

Sebanyak 29 kementerian dan 36 lembaga akan melakukan seleksi CPNS yang tahun  2013 ini formasinya ditetapkan sebanyak 20.000. Sedangkan pemerintah daerah yang mendapatkan tambahan formasi CPNS 40 ribu dari  jalur umum, sebanyak 225, terdiri dari 33 pemerintah provinsi dan 192 kabupaten/kota.

Penyerahan tambahan formasi CPNS dilakukan oleh Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja dalam Rakor CPNS di Jakarta, Kamis (18/07).

Inilah kementerian yang akan membuka lowongan CPNS dari jalur umum tahun  2013 :




























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































No.
Kementerian/Lembaga

1
Kementerian Koordinator Bidang Polhukam

2
Kementerian Koordinator Bidang Kesra

3
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

4
Kementerian Dalam Negeri

5
Kementerian Luar Negeri

6
Kementerian Pertahanan

7
Kementerian Hukum dan HAM

8
Kementerian Keuangan

9
Kementerian ESDM

10
Kementerian Perindustrian

11
Kementerian Perdagangan

12
Kementerian Pertanian

13
Kementerian Kehutanan

14
Kementerian Perhubungan

15
Kementerian Kelautan dan Perikanan

16
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi

17
Kementerian Kesehatan

18
Kementerian Pekerjaan Umum

19
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

20
Kementerian Sosial

21
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

22
Kementerian Lingkungan Hidup

23
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

24
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional

25
Kementerian PANRB

26
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal

27
Kementerian Perumahan Rakyat

28
Kementerian Pemuda dan Olahraga

29
Kementerian Sekretariat Negara
Lembaga

30
Arsip Nasional RI (ANRI)

31
Lembaga Administrasi Negara (LAN)

32
Badan Kepegawaian Negara (BKN)

33
Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS)

34
Badan Pusat Statistik (BPS)

35
Badan Inteljen Negara (BIN)

36
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

37
Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN)

38
Badan Informasi Geospasial (BIG)

39
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

40
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

41
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

42
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

43
Badan Pertanahan Nasional (BPN)

44
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)

45
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

46
Badan Nasionala Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)

47
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

48
Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

49
Badan SAR Nasional

50
Badan Narkotika Nasional (BNN)

51
Badan Standarisasi Nasional (BSN)

52
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)

53
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)

54
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI (BNPT)

55
Kejaksaan Agung

56
Sekretariat Kabinet

57
Sekretariat Jenderal BPK

58
Sekretariat Jenderal DPR

59
Sekretariat Mahkamah Agung

60
Sekretariat Mahkamah Konstitusi

61
Sekretariat Komisi Yudisial

62
Sekretariat Komisi Nasional HAM

63
Sekretariat KPU

64
Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA)

65
PPATK
Pemerintah Daerah

1
Provinsi NAD

2
Kab. Gayo Lues

3
Kab. Aceh Barat Daya

4
Kab. Aceh Selatan

5
Kab. Aceh Singkil

6
Kab. Aceh Tamiang

7
Kab. Aceh Tenggara

8
Kab. Pidie Jaya

9
Provinsi Sumatera Utara

10
Kab. Batu Bara

11
Kab. Nias

12
Kab. Nias Barat

13
Kab. Nias Selatan

14
Kab. Nias Utara

15
Kab. Padang Lawas

16
Kab. Padang Lawas Utara

17
Kab. Deli Serdang

18
Kab. Labuhan Batu Utara

19
Kab. Tapanuli Tengah

20
Kab. Tapanuli Utara

21
Kab. Sibolga

22
Provinsi Sumatera Barat

23
Kab. Kepulauan Mentawai

24
Kab. Solok Selatan

25
Kab. Pasaman

26
Kota Padang Panjang

27
Kab. Indragiri Hilir

28
Kab. Kepulauan Meranti

29
Kab. Kuantan Singingi

30
Kab. Pelalawan

31
Kab. Rokan Hilir

32
Kab. Siak

33
Kota Pekanbaru

34
Kab. Batanghari

35
Kab. Kerinci

36
Kab. Sarolangun

37
Kab. Tebo

38
Kota Sungai Penuh

39
Kab. Bungo

40
Kab. Banyuasin

41
Kab. Muara Enim

42
Kab. Musi Banyuasin

43
Kab. Musi Rawas

44
Kab. Ogan Ilir

45
Kab. Ogan Komering Ilir

46
Kab. Ogan Komering Ulu

47
Kota Pagar Alam

48
Kota Prabumulih

49
Kab. Lahat

50
Kab. Ogan Komering Ulu Selatan

51
Kota Lubuk Linggau

52
Provinsi Bangka Belitung

53
Kab. Bangka Barat

54
Kab. Bangka Selatan

55
Kab. Bangka Tengah

56
Kab. Belitung

57
Kab. Belitung Timur

58
Kab. Bangka

59
Provinsi Bengkulu

60
Kab. Bengkulu Tengah

61
Kab. Kepahiang

62
Kab. Lebong

63
Kab. Rejang Lebong

64
Kab. Seluma

65
Provinsi Lampung

66
Kab. Mesuji

67
Kab. Pesisir Barat

68
Kab. Pesawaran

69
Kab. Tanggamus

70
Kab. Way Kanan

71
Kab. Metro

72
Kab. Kep. Anambas

73
Kab. Lingga

74
Kab. Natuna

75
Provinsi DKI Jakarta

76
Kab. Bogor

77
Kota Bandung

78
Kota Depok

79
Kota Bogor

80
Kota Tangerang Selatan

81
Kota Serang

82
Kota Cilegon

83
Kab. Cilacap

84
Kab. Kedal

85
Kab. Kudus

86
Kab. Purblingga

87
Kab. Semarang

88
Kab. Wonosobo

89
Kota Magelang

90
Kota Pekalongan

91
Kota Salatiga

92
Kota Semarang

93
Kota Surakarta

94
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

95
Kab. Jember

96
Kab. Sidoarjo

97
Kota Mojokerto

98
Kota Mojokerto

99
Kota Surabaya

100
Kab. Mojokerto

101
Kab. Pamekasan

102
Kab. Tuban

103
Kota Blitar

104
Kota Diri

105
Kota Malang

106
Kota Probolinggo

107
Provinsi Kalimantan Tengah

108
Kab. Barito

109
Kab. Katingan

110
Kab. Lamandau

111
Kab. Pulang Pisau

112
Kab. Barito Timur

113
Kab. Kotawaringin Timur

114
Provinsi Kalimantan Barat

115
Kab. Kapuas Hulu

116
Kab. Kayong Utara

117
Kab. Ketapang

118
Kab. Kubu Raya

119
Kab. Landak

120
Kab. Melawai

121
Kab. Sanggau

122
Kab. Sekadau

123
Kab. Sintang

124
Kab. Pontianak

125
Kab. Sambas

126
Kota Pontianak

127
Kota Singkawang

128
Provinsi Kalimantan Selatan

129
Kab. Balangan

130
Kab. Kota Baru

131
Kab. Tabalong

132
Kab. Tanah Bumbu

133
Kab. Tapin

134
Kab. Banjar

135
Kab. Barito Kuala

136
Kab. Hulu Sungai Tengah

137
Kab. Hulu Sungai Utara

138
Kota Banjar Baru

139
Kota Banjarmasin

140
Kab. Bulungan

141
Kab. Kutai Barat

142
Kab. Kutai Timur

143
Kab. Malinau

144
Kab. Nunukan

145
Kab. Paser

146
Kab. Penajam Paser Utara

147
Kab. Tana Tidung

148
Kota Bontang

149
Kab. Bolaang Mongondow Selatan

150
Kab. Bolaang Mongondow Timur

151
Kab. Bolaang Mongondow Utara

152
Kab. Kepulauan Siau Togulandang Biaro

153
Kab. Minahasa Tenggara

154
Kab. Bolaang Mangondow

155
Kota Tomohon

156
Kab. Gorontalo Utara

157
Kab. Pohuwato

158
Provinsi Sulawesi Selatan

159
Kab. Luwu Timur

160
Kab. Bantaeng

161
Kab. Enrekang

162
Kab. Pinrang

163
Kab. Toraja Utara

164
Kota Pare Pare

165
Provinsi Sulawesi Tengah

166
Kab. Tojo Una-Una

167
Kab. Bombana

168
Kab. Buton Utara

169
Kab. Kolaka Utara

170
Kab. Konawe Utara

171
Kab. Wakatobi

172
Provinsi Sulawesi Barat

173
Kab. Jembrana

174
Kab. Karangasem

175
Kota Denpasar

176
Provinsi Nusa Tenggara Barat

177
Kab. Lombok Utara

178
Kab. Sumbawa Barat

179
Provinsi Nusa Tenggara Timur

180
Kab. Mangarai Barat

181
Kab. Manggarai Timur

182
Kab. Sabu Raijua

183
Kab. Sumba Barat

184
Kab. Sumba Barat Daya

185
Kab. Sumba Tengah

186
Kab. Ende

187
Kab. Flores Timur

188
Kab. Manggarai

189
Kab. Nagekeo

190
Kab. Rote Ndao

191
Kab. Sikka

192
Kab. Timor Tengah Utara

193
Provinsi Maluku

194
Kab. Buru Selatan

195
Kab. Maluku Barat Daya

196
Kab. Maluku Tenggara

197
Kota Tual

198
Kab. Maluku Tenggara Barat

199
Kab. Seram Bagian Barat

200
Provinsi Maluku Utara

201
Kab. Halmahera Tengah

202
Kab. Halmahera Timur

203
Kab. Pulau Morotai

204
Kab. Halmahera Barat

205
Kota Ternate

206
Kota Tidore Kepulauan

207
Kab. Asmat

208
Kab. Deiyai

209
Kab. Dogiyai

210
Kab. Intan Jaya

211
Kab. Jayawijaya

212
Kab. Keerom

213
Kab. Lanny Jaya

214
Kab. Memberamo Raya

215
Kab. Mappi

216
Kab. Paniai

217
Kab. Puncak

218
Kab. Puncak Jaya

219
Kab. Tolikara

220
Kab. Yalimo

221
Kab. Biak Numfor

222
Kab. Kepulauan Yapen

223
Provinsi Papua Barat

224
Kab. Fak Fak

225
Kab. Maybrat

226
Kab. Raja Ampat

Badan Kepegawaian Daerah/Pemprov Sumbar

Minggu, 14 Juli 2013

Patahan Sumatera Masih Ancam Sumbar

Maraknya gempa akhir-akhir ini di wilayah Sumatra membuat Koordinator Manager Pusdalops PB BPBD Sumbar, Ade Edward bersuara keras menegaskan perlu adanya relokasi untuk daerah yang rawan bencana. Hal ini dirasa perlu mengingat banyaknya korban berjatuhan saat bencana terjadi.

“Kedepan relokasi wilayah pemukiman yang sangat terancam sebaiknya dilaksanakan sebelum terjadinya bencana sebagai bagian upaya mitigasi. Relokasi tidak lagi sebagai program rehab/rekon, tetapi harusnya sebagai program mitigasi bencana,” tegasnya pada Singgalang.

Lebih jauh Ade mengatakan, wilayah pemukiman di tebing terjal, sebaiknya mulai dipikirkan relokasinya ke wilayah yang lebih aman dari longsoran gempa dengan konstruksi bangunan teknologi tepat guna yang lebih aman gempa. Untuk itu, ia meminta pemerintah cepat tanggap, jangan menunggu korban berjatuhan dulu baru dilakukan relokasi.

“Bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memaparkan bahwa ada tiga wilayah rawan gempa dan berpotensi tsunami di Indonesia. Yaitu Sumatra Barat (Kepulauan Mentawai), Barat Daya Selat Sunda (Lampung dan Banten) dan Selatan Bali,” tutur Ade.

Ia juga meminta agar warga di Pulau Mentawai direlokasi ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, wilayah Sumatera Barat memiliki dua lempeng yang rawan terjadi gempa bumi dengan potensi tsunami.

Selain mendorong masyarakat membangun rumah anti gempa, ia juga mengingatkan agar pendirian tempat tinggal dilakukan di wilayah aman dan jauh dari potensi bencana.

Ade menjelaskan, sesar/patahan Sumatra yang membentang sepanjang 1.900 Km (dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko di Selatan Lampung), membentang paralel dengan palung/zona subduksi sebagai pengaruh dari konvergensi Lempeng Eurasia dengan Lempeng Indo-Australia. Dari 19 segmen patahan Sumatera, 7 diantaranya terdapat di wilayah Provinsi Sumatra Barat dan akan berdampak langsung terhadap masyarakat yang berada pada zona-zona rentan.

“Adapun ketujuh segmen tersebut adalah segmen Siulak (2.250S ~ 1.70S), segmen Suliti (1.750S ~ 1.00S), segmen Sumani (1.00S ~ 0.50S), segmen Sianok (0.70S ~ 0.10N), segmen Sumpur (0.10N ~ 0.30N), Segmen Barumun (0.30N ~ 1.20N) dan Angkola.

Segmen angkola
Ujung Utara segmen ini bermula pada lembah Batang Toru, menyisir lembah Sungai Batang Angkola dan Batang Gadis di wilayah Sumatra Utara. Sementara ujung Selatannya berada di wilayah Sumatra Barat di dekat lembah Batang Pasaman. Panjang segmen 160 Km dengan potensi kekuatan gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,6.

Kerusakan serius dilaporkan pernah terjadi pada tahun 1892 di sepanjang lembah Batang Gadis dan Sungai Angkola diantara Malintang dan Lubuk Raya Volcanoes.

Segmen barumun
Ujung Utara berada di wilayah Sosopan Julu, Sumatra Utara, menyusuri Lembah Sungai Barumun. Bagian Selatan segmen ini berada di wilayah Provinsi Sumatra Barat. Panjang segmen 125 Km dengan potensi kuat gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,6.

harian singgalang/Suswinda Ningsih

Rabu, 10 Juli 2013

Barat Daya Mentawai, Termasuk Tiga Celah Megathrust yang Perlu Diwaspadai

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan tiga titik yang menjadi celah utama lokasi prediksi gempa megathrust yang dapat terjadi di wilayah selatan Indonesia.

"Barat Daya Mentawai, Barat Daya Selat Sunda, dan Selatan Bali," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG P J Prih Harjadi di Jakarta, Rabu (10/7).

Berdasarkan analisa dan data BMKG, menurut dia, hanya tiga celah tersebut yang belum terjadi gempa. Artinya masih tersimpan tenaga yang besar di ketiga titik tersebut. "Harapan kita (tenaga) dilepaskan bertahap jadi gempa tidak sebesar yang diperkirakan," ujar dia.

Meski sudah terjadi gempa 7,7 Skala Richter (SR) di Mentawai tahun 2010, namun menurut Prih, masih tersisa tenaga yang lebih besar di daerah Mentawai. Berdasarkan analisa yang dilakukan BMKG atau pun para ilmuwan kekuatan gempa megatrusht tersebut bisa mencapai 8 SR, dan dampaknya akan sangat besar.

Sedangkan di barat daya Selat Sunda hingga ke Bengkulu, ia mengatakan juga belum tercatat adanya gempa. Berdasarkan penelitian paleo tsunami yang dilkakukan di Labuan, Banten, deposit sisa tsunami belum terlihat lagi adanya peristiwa tsunami yang lebih dasyat dari 1883 saat Krakatau meletus.

"Jika dirilis analisa kita gempa bisa mencapai 8,7 SR. Meski sudah pernah gempa 7,7 SR di Pangandaran yang berdampak tsunami hingga ke Cilacap namun tenaga masih tersimpan untuk barat daya Selat Sunda hingga Bengkulu," katanya.

Sementara itu, ia mengatakan celah lain yang tersisa menyimpan tenaga besar terletak di selatan Bali. "Jika di Malang kemarin sudah ada gempa dan di selatan Sumba juga sudah pernah terjadi gempa dengan magnitude mencapai 8 SR maka yang tersisa celah di selatan Bali yang dapat mencapai 8SR".

Kepala BMKG Sri Woro B Harijono mengatakan informasi tentang tiga celah gempa megathrust ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar masyarakat dapat selalu waspada terhadap ancaman gempa dan tsunami.

Belajar dari apa yang terjadi di Sumatera Barat, menurut dia, "awareness" telah dimiliki tetapi cara evakuasi masih banyak salah, seperti menggunakan kendaraan bermotor untuk evakuasi.

antara via republika

Rabu, 03 Juli 2013

Jumlah Penduduk Miskin di Sumbar Meningkat

Jumlah pen­duduk miskin di Sumatera Barat menurut data BPS pada bulan Maret 2013, mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Saat ini jumlah penduduk miskin Sumbar mencapai 407. 470 jiwa, atau naik sekitar 9.600 jiwa dari bulan September 2012 sampai bulan Maret 2013.

Dengan demikian, bila diper­sentasekan dari tahun 2012 sampai bulan Maret 2013, maka jumlah penduduk miskin Sumbar, naik dari 8 persen menjadi 8,14 persen, dari total penduduk 5,8 juta jiwa.

“Untuk mengukur kemiskinan, kami menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Sehingga, dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk. Jadi, dari perhitungan itu, kami mendapatkan data kemiskinan Sumbar, naik cukup signifikan dari data sebelumnya, yakni dari 8 persen menjadi 8,14 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Yomin Tofri MA diwakili Pj Humas Armaya S Kom, kepada Haluan, Selasa (2/7).

Dikatakan, bila ditelaah secara mendalam, persentase penduduk miskin di daerah pedesaan lebih tinggi dibanding daerah perkotaan. Dimana, lebih dari dua per tiga, tepatnya 70,67 persen, penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan. Sedangkan lebihnya adalah penduduk miskin yang ada di perkotaan.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Sumbar Ali Asmar mengatakan, data yang dibuat oleh BPS tersebut, adalah data yang diolah melalui rumus, dan aplikasi tertentu. Sehingga, data kemiskinan tersebut, cenderung mengal­ami perbedaan dengan data yang ada di lapangan.

“Untuk mengakuratkan data yang sebenarnya, harus melalui pendataan dari lapangan. Jadi, kami menduga data memiliki tingkat error yang tinggi. Dan, bila data langsung, kami sangat yakin, penduduk miskin di Sumbar terus mengalami penurunan setiap tahunnya,” ungkapnya.

haluan/wis

Gubernur Sumbar Terima Penghargaan BKKBN

penghargaan BKKBN

Gubernur Irwan Prayitno kembali menerima penghargaan. Kali ini Manggala Karya Kencana (MKK), yang diserahkan Kepala BKKBN Prof. Fasli Jalal pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XX tingkat nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (29/6).

Penghargaan itu diterima Gubernur Irwan Prayitno atas keberhasilannya dalam pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana di Sumbar.

“Sumbar dinilai berhasil menjalankan program kependudukan dan keluarga berencana,” sebutnya Fasli Jalal.

Irwan mengaku senang dan bangga atas penghargaan ini. Semua itu merupakan kinerja dan koordinasi yang baik BKKBN dengan lembaga kemasyarakatan dan SKPD terkait di lingkungan Pemprov Sumbar. Prestasi itu yakni,menekan tingkat kelahiran dari 3,4 % (SDKI 2007) menjadi 2,8 % (SDKI 2012). Kemudian hasil prevalensi peserta KB aktif (CPR) 56,9 hasil SDKI 2012.

“Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan dan peran serta bupati/walikota, pimpinan, penyuluh dan petugas BKKBN, masyarakat, posyandu, kader-kader PKK di lapangan seluruh pemkab/kota se Sumbar,” ujarnya.

Keberhasilan itu makin lengkap karena, sebelumnya Sumbar meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam Pelaksanaan MDGs (Indonesia MDGs Awards )yang diselenggarakan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI. Kota Payakumbuh sebagai pemenang ketiga kategori pendidikan, serta Sawahlunto sebagai pemenang pertama kategori kesehatan ibu dan anak.

“Demikian pentingnya permasalahan kependudukan dan KB tentu menjadi tantangan tersendiri untuk dapat menyampaikan program ini kepada masyarakat. Secara esensial dan komprehensif khususnya pada masyarakat Sumbar. Kita melihat di lapangan secara luar untuk merencanakan kehidupan keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Irwan juga mengajak masyarakat untuk senantiasa memperhatikan keluarga secara baik, terutama dalam pembinaan perkembangan anak. Keberhasilan sebuah keluarga itu tidak terlepas dari, perhatian terhadap gizi, pendidikan, agama, moral serta kesinambungan kegiatan ekonomi keluarga.

Menata keluarga, merencanakan secara baik, itu sesuatu yang perlu dalam membina kehidupan keluarga yang sehat, sejahtera, rukun dan damai, dimulai dengan menjaga kelahiran anak.

“Tentunya semua itu tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi, untuk menekan dan menghimbau bupati/walikota agar selalu sinergi dalam mendorong keberhasilan program kependudukan dan KB di daerah masing-masing,” harapnya.

harian singgalang

PNS di Lingkungan Pemprov Sumbar Terima Gaji ke-13

Sebanyak 7.970 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Sumbar menerima gaji ke-13 pada hari ini (2/7). Total dana yang digelon­torkan untuk pemba­yaran gaji ke-13 tersebut sebe­sar Rp 29 miliar. Pencairan gaji ke-13 ini diharapkan dapat mengurangi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Pencairan gaji ke-13 seren­tak untuk 39 satuan kegiatan perangkat daerah (SKPD). Saya imbau agar gaji ke-13 ini tidak digunakan untuk konsumtif. Besok insya Allah telah dicair­kan,” kata Sekprov Sumbar, Ali Asmar kepada Padang Ekspres kemarin ( 1/7).

Pada prinsipnya, pencairan gaji 13 untuk meringankan beban PNS membayar biaya pendidikan anak pada tahun ajaran baru dan membantu me­ngu­rangi dampak kenaikan BBM. “Makanya, besok kita distri­busikan (2/7, red),” ucapnya.

Kepala Bidang Bendahara Umum Daerah (BUD) Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Sumbar, Refdiamon mengatakan surat perintah pencairan dana (SP2D) telah selesai sehingga gaji ke-13 sudah bisa dicairkan. “Pen­cairan gaji ke-13 mengacu kepa­da Surat Edaran (SE) Gubernur dan SE Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan ten­tang Petunjuk dan Mekanis­me Pencairan Gaji ke-13. Gaji ke-13 akan dikirim ke reke­ning masing-masing PNS sehingga tidak terjadi pemo­tongan,” ujarnya.

Dia ber­harap seluruh SKPD mencairkan gaji ke-13 secara serentak pada hari ini ini agar bisa diman­faatkan untuk membiayai kebutuhan sekolah anak. “Momennya pas dengan pem­bayaran uang sekolah dan biaya lainnya,” ujarnya.

Disambut Suka Cita
Kabar direalisasikannya pencairan gaji ke-13 pada hari ini disambut gembira PNS karena bertepatan dengan ta­hun ajaran baru anak-anak sekolah dan kenaikan BBM. “Momennya tepat,” ujar Afrizal, PNS Pemprov.

Afrizal bersyukur pencairan gaji ke-13 tidak dipotong untuk membayar utang di bank. Mak­lum, Afrizal butuh uang banyak untuk membayar biaya pendi­dikan ketiga anaknya. “Gaji ke-13 ini sangat membantu. Apala­gi harga sejumlah barang kebu­tuhan pokok telah naik. Belum lagi biaya transportasi anak ke sekolah. Sopir angkot terka­dang seenaknya saja menaik­kan ong­kos. Jarak dekat diam­bil Rp 3.000. Pemko Padang mesti menindak angkutan ini,” ujarnya.

PNS lainnya, Syamsul, juga mengaku sangat terbantu de­ngan pencairan gaji ke-13. “Tahun ini memang tahun yang pelik. Apalagi kenaikan harga BBM bersamaan dengan tahun ajaran baru dan momen Rama­dhan dan Lebaran,” ujar Syam­sul yang mengaku sedang bu­tuh biaya anaknya masuk SMA.

Pencairan gaji ke-13 juga dilakukan Pemko Padang. Ta­hun ini, tercatat 13.083 PNS di lingkungan Pemko Padang menerima gaji ke-13 dengan total Rp 51 miliar. “Gaji ke-13 sudah bisa dimintakan mulai tanggal 2 Juli (hari ini, red),” kata Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Padang, Syahrul.

Syahrul menyebutkan, pen­cairan gaji ke-13 itu dilakukan di seluruh SKDP di Pemko Padang. “Jumlahnya 45 SKPD,” sebutnya.

padang ekspres/ayu/bis

Copyright @ 2013 infosumbar . Designed by Templateism | Love for The Globe Press