Announcement:

Selamat datang di blog infosumbar

Tampilkan postingan dengan label Agam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2013

Mahasiswa KKN Unand Semarakkan Khatam Quran di Agam

bupati Agam

Lambah, Agam. Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2013 Universitas Andalas sangat membantu pemberdayaan masyarakat secara langsung. Sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu “Berbakti untuk Nagari”.

Hal itu dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan teman-teman kita, misalnya yang sekarang sedang KKN di Nagari Lambah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Kegiatan berupa khatam Quran merupakan sebuah upacara tradisi bagi anak-anak yang sudah dapat meng-khatam-kan (membaca sampai tamat) Al-Quran. Sehingga diharapkan nantinya dapat membuat Kabupaten Agam yang madani.

Khatam Quran di Nagari Lambah dilakukan serentak di Jorong Koto Hilalang dan Jorong Lambah Tangah. “Untuk khatam Quran di Koto Hilalang dimulai hari Sabtu (29/6) sampai hari Minggu (30/6). Sedangkan di Lambah Tangah hanya akan dilakukan satu hari saja, yaitu hari Minggu (30/6),” ujar Andrianus, Wali Nagari Lambah.

“Karena ada 23 mahasiswa Unand yang sedang KKN di Nagari Lambah ini, kita akan membagi mahasiswa menjadi dua kelompok, yaitu untuk membantu di Koto Hilalang dan Lambah Tangah.,” ujar Jamil Ihsan, koordinator mahasiswa Unand di Nagari Lambah.

Pelaksanaan khatam Quran di Koto Hilalang dipusatkan di Balai Desa, sedangkan di Lambah Tangah dipusatkan di mesjid Raudhatul Ilmi. Prosesi pelaksanaan khatam dimulai dari pawai ta’aruf dan selanjutnya pembacaan ayat Al-Quran oleh peserta khatam dan ditutup dengan pembagian hadiah.

“Mahasiswa KKN Unand yang membantu di Koto Hilalang adalah Yusran, Vivi, Yulindo, Novia, Ryan, Ayu, Dori, Ani, Rahman, Silvia, Sherly, Fikri, dan Frans. Sementara yang membantu di Lambah Tangah adalah Jamil, Bobby, Fabri, Suci, Tiara, Indah, Muslim, Rahmi, dan Katerine”, tambah Jamil.

“Alhamdulillah untuk khatam Quran di Lambah Tangah dihadiri Bupati Agam, Bapak Indra Catri, kami sangat senang atas kehadiran beliau dan rombongan” tutup Rahmi, mahasiswa KKN Unand yang berasal dari Fakultas Kedokteran.

Jamil Ihsan
Mahasiswa Fak. Ekonomi, Unand

Kamis, 11 April 2013

Agam World Cup Paragliding 2013

agam paragliding 2013

agam paragliding

Puncak Lawang - Maninjau, Agam
18 - 21 April 2013

Nomor lomba:
1. Ketepatan mendarat International
2. Ketepatan mendarat Sumbar

Jumlah sorti:
1. KTM Internasional 6 (enam) sorti
2. KTM Sumbar 5 (lima) sorti

Kategori FAI:
1. PL2, Parapro4
2. PS, PL1, Parapro4, PL2

Jadwal lomba:
1. KTM Internasional:
a. Kamis, 18 April 2013 latihan bersama
b. Jumat, 19 April 2013 lomba hari pertama
c. Sabtu, 20 April 2013 lomba hari kedua
d. Minggu, 21 April 2013 penyerahan hadiah

2. KTM Sumbar:
a. Senin, 15 April 2013 latihan bersama
b. Selasa, 16 April 2013 lomba hari pertama
c. Rabu, 17 April 2013 lomba hari kedua
d. Minggu, 21 April 2013 penyerahan hadiah

Besaran hadiah:
hadiah

LOKASI
A. Take off area: Puncak Lawang
B. Landing area: Maninjau

Info dan Pendaftaran:
Awie: +628126731225 or awie_primadewi@yahoo.com

awcp.west-sumatra.com

Selasa, 26 Maret 2013

Hujan Es Landa Daerah Padang Tarok Agam

Hujan es melanda daerah Padang Tarok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Senin, namun hanya berlangsung singkat.

Umi (57), salah seorang warga Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, menyebutkan, hujan es tersebut berlangsung antara satu hingga dua menit, yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

"Hujan es tersebut juga membuat aspal jalan Bukittinggi - Payakumbuh yang hitam menjadi putih. Bentuknya seperti serbuk putih yang halus. Tapi itu tak berlangsung lama, karena setelah itu air hujan kembali normal dan menghilangkan serbuk es itu," kata dia.

Dia mengaku baru pertama kali melihat fenomena unik tersebut Dia menceritakan, awalnya hanya mengira itu adalah hujan biasa. Setelah melihat ke luar rumah, dia keheranan karena melihat seperti butiran-butiran kecil bewarna putih.

"Setelah saya amati bahwa butiran bewarna putih itu adalah es," dia menyebutkan.

Dia mengatakan, tidak semua warga mengetahui hujan es itu, karena warga yang berada di dalam rumah saat hujan tidak akan mengetahui fenomena singkat tersebut.

Pernyataan sama juga disampaikan Ski dengan menyebutkan telah terjadi hujan es di tempat tinggalnya daerah Padang Tarok.

"Saat itu saya sedang berada di mobil melakukan perjalanan dari Baso menuju Kota Payakumbuh. Hujan es itu cukup jelas terlihat dan menimbulkan bunyi yang sedikit keras ketika menimpa kaca mobil," katanya.

Ketika melihat kaca spion ternyata sebagian jalan sudah memutih tertutup es, ibarat hujan salju, kata dia.

"Saya semakin percaya bahwa butiran itu benar-benar es, setelah mengamati jalan aspal di sekitarnya banyak yang memutih," katanya.

Saat ini belum ada pernyataan resmi dari pejabat terkait mengenai hujan es yang melanda kawasan Padang Tarok tersebut.

Berdasarkan data didapatkan ANTARA di Sumbar hujan es ini bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun lalu, Kota Bukittinggi juga pernah mengalami hujan es.

Terakhir, hujan es yang disertai badai salju juga pernah menghantam Kabupaten Sijunjung pada 28 Maret 2012. Dari Wikipedia, hujan es dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es.

Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar.

Karena ukurannya, walau pun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.

Proses lain dapat menyebabkan hujan adalah riming, di mana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.

ANTARA Sumbar / sun

Lima Nagari di Agam Terendam Banjir

banjir ampang

Lima nagari (desa adat) di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terendam banjir sekitar satu meter akibat hujan lebat terjadi pada Senin (25/3).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Rinaldi di Lubukbasung, Senin mengatakan, kelima nagari terendam banjir tersebut yakni Koto Malintang, Bayua, Duo Koto, Koto Kaciak, Tanjung Sani.

Sementara tiga warga Kularian Nagari Duo Koto yang terjebak banjir di rumahnya dan telah dievakuasi mengunakan sampan, yaitu Wenrizal (42), Lili Andriani (35) dan Badai (2).

"Mereka kita evakuasi ke rumah tetangga yang lebih aman," katanya.

Saat ini BPBD tengah melakukan pendataan jumlah rumah yang terendam, sawah, kolam ikan dan total kerugian.

Selain melakukan pendataan, anggota BPBD dan masyarakat juga mulai membersihkan SMPN 2 Tanjung Raya dan SDN 03 Koto Kaciak dari lumpur mengunakan satu unit mobil pemadam kebakaran.

"Kita berharap sekolah bisa dibersihkan hari ini, sehingga siswa tetap melaksanakan proses belajar mengajar," tambahnya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca masih gerimis dan debet air mulai berkurang.

Wakil Bupati Agam Irwan Fikri saat meninjau lokasi menambahkan, saat ini pemda melakukan evakuasi dan menenangkan warga.

"Kita juga memberikan 100 bungkus nasi dan air mineral kepada korban," tambahnya.

Dengan kejadian ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi agar tidak terjadi korban jiwa.

antara sumbar
image: banjir di nagari ampang gadang via Ampang Gadang

Minggu, 17 Maret 2013

Pagi Ini, Gunung Marapi Hembuskan Asap Putih

Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatra Barat, kembali meletus pada Minggu (17/3), sekitar pukul 08.05 WIB.

"Gunung tersebut mengeluarkan asap putih setinggi 200 meter dari puncak gunung," kata Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittinggi Warseno, Minggu (17/3).

Dia menyebutkan, status waspada level II masih tetap diberlakukan menyusul masih terjadi peningkatan aktivitas pada gunung.

"Aktivitas gunung terjadi pada Minggu pagi hingga mengeluarkan asap tersebut dikategorikan sebagai hembusan bukan letusan," kata dia.

Peningkatan aktivitas pada gunung tersebut, kata dia, bukan dipengaruhi gempa bumi yang sering melanda Kota Bukittinggi melainkan karena masih rentetan dari peningkatan aktivitas pada 3 Agustus 2011.

Sejak peningkatan tersebut, status gunung langsung dinaikkan dari aktif normal menjadi waspada level II," kata dia.

Sewaktu mengalami peningkatan, gunung sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter, menjangkau sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang.

Ia meminta, warga dan pendaki tidak mendaki gunung yang memiliki tinggi 2.891 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut.
Salah satu gunung aktif di Sumbar itu terakhir kali meletus pada 2005.

Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki dari dalam maupun luar Sumbar.

Kawasan Gunung Marapi merupakan kawasan konservasi di Sumbar, yakni Suaka Alam Merapi. Sejak akhir abad ke-18 hingga 2008, gunung itu tercatat sudah 454 kali meletus, 50 kali di antaranya dalam skala besar.

Setiap pergantian tahun baru, gunung selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai. Jalur pendakian dimulai dari
Kotobaru, Tanahdatar. Kawasan Gunung Marapi merupakan area konservasi di Sumbar, yakni Suaka Alam Merapi.

Terhitung sejak akhir abad 18 hingga 2008 tercatat sudah 454 kali meletus, 50 di antaranya dalam skala besar. Saat dalam status siaga, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah evakuasi.

metrotvnews / Ant / Adf

Kamis, 28 Februari 2013

Danau Tarusan Kamang, Integrasi Wisata dan Riset Ilmiah



Rakit itu mulai menepi. Tini, 50, juru kemudi dengan cekatan menujamkan gala ke sedimen keras di danau karst pada cekungan pegunungan Bukit Barisan tersebut. Dorongan dari tuas tersebut mempercepat laju rakit.

Dia tak sabar lagi hendak melarutkan diri dalam keramaian di pinggir danau bernama Tarusan Kamang itu. Dalam rakit itu dia membawa serta keluarganya.

Hari itu, Sabtu (23/2), warga sekitar pinggir Tarusan Kamang, Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, berbondong-bondong menuju padang rumput asri dekat ‘telinga’ danau.

Mereka begitu antusias menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu yang datang seperti geolog, fotografer, planalog, dan penggiat wisata. “Tarusan ini kadang berair kadang kering. Terakhir kering Mei lalu. Kalau kering, tarusan berfungsi menjadi lapangan bola, dan kami ke ladang di perbukitan Pupuakan hanya berjalan kaki," jelas Tini.

Tarusan Kamang merupakan jenis danau karst. Namun, jika danau sejenis kandungan air tergantung intensitas cuaca, kondisi danau Tarusan Kamang berubah-ubah. Kadang berair, kadang kering, yang masih misteri selama ini.

Untuk memecahkan misteri tersebut, berawal gonjang-ganjing sebuah foto 'dua wajah' danau yang dijepret fotografer Erison J. Kambari, beberapa orang geolog tertarik datang untuk meneliti.

Sejauh ini, masyarakat setempat menganggap fenomena tersebut sebagai siklus biasa yang telah ada sejak dahulu kala. Mereka menilai air yang ada diisap mulut goa yang ada di bibir terusan, sebab itu terkadang kering.

Menurut warga sekitar, Imran Malin Mudo, 50, ada tujuh mulut goa di bibir danau, di kaki bukit Pupukan. "Air yang ada di danau ini mengalir melalui sungai bawah tanah di menuju ke Simarasok, Baso, Kabupaten Agam," ujarnya.

Dia menambahkan, rata-rata danau ini mengalami kekeringan satu kali dalam setahun. "Masa berair lebih lama ketimbang masa kering. Danau ini pernah berair terus selama 2 tahun,” ucapnya.

Menurutnya, proses berair terjadi selama satu bulan. “Air datang saja tiba-tiba. Tak tergantung curah hujan. Berair di saat musim kering. Kering saat musim hujan. Seiring itu, ikan juga bermunculan,” katanya.

Pada 2000-an, dikatakan Imran, pernah terjadi keanehan. Mula genangan air saat itu ditandai dengan letusan seperti dentuman meriam. Lokasi bunyinya sekitar 'telinga' tarusan, di dekat bukit Pupukan. Terlepas dari folklor itu, danau Tarusan Kamang memiliki potensi wisata plus riset ilmiah berkelas dunia jika dikelola dengan baik.

Menanggapi hal itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan untuk dijadikan objek pariwisata memang menarik, tapi ekspektasi jangan terlalu tinggi. Tahap awal wisat, menurutnya harus survei dulu.

Danau Tarusan Kamang, ujar Indra, memang menjanjikan karena terjadi perpaduan landscape natural dan kultural. “Sebelum menjadikan tempat wisata, kita harus mempertimbangkan dulu keseriusan masyarakat, harapan masyarakat, budi daya yang telah dilakukan masyarakat. Setelah itu baru kita tata sedemikian rupa, dan bangun akses,” jelasnya.

Selain menarik untuk jadi objek wisata, danau dengan luas sekitar 0,38 km persegi atau 38 ha tersebut juga seksi sebagai objek studi ilmiah. Menurut Indra, kawasan danau tersebut punya kans untuk subjek studi planologi, morfologi, kegempaan, geologi, geografi, vegetasi air.

"Kawasan danau merupakan jalur patahan semangka. Ada getaran lain yang juga muncul di sini. Ada vegetasi yang unik. Perpaduan ini merupakan landscape yang mesti dieksploitasi dari hari ke hari,” tutur Indra.

Danau Tarusan Kamang selama ini dimanfaatkan warga untuk budi daya ikan, kubangan kerbau, memancing, dan mandi. Kala kering, ikan-ikan yang menghiasi tarusan banyak terperangkap dalam tambak-tambak yang dipasang sebagian warga. Ada beragam jenis ikan di sana seperti pantau, nila, rayo, panser, bada putih.

Misteri Mulai Terpecahkan
Ekpedisi Danau Tarusan Kamang yang dimotori penggiat wisata Sumatra Barat Nafrin Nafilus mendatangkan geolog ternama Andang Bachtiar, Kurnia Chalik, dan Purnama.

Melalui ekspedisi itu, fenomena hilang timbulnya air danau selama ini bisa diungkap. Di balik ekspedisi itu tersirat asa, kawasan tersebut bisa menjadi pusat riset plus wisata berkelas dunia.

Danau Tarusan Kamang memang unik dibanding danau sejenis di Indonesia. Menurut Andang, danau karst yang tiba-tiba kering dan tiba-tiba berair hanya ada dua di dunia yakni Tarusan Kamang dan danau di Italia.

Dalam ekspedisi tersebut, tim melakukan tracking kasar. Sisi timur danau, jelas Andang, didapatkan bukti nyata patahan sumatra yang masih aktif di tebing dan bebatuan. Runtuhan patahan dengan bekas-bekas slicken side (gores garis) pada bidang patahan bergerak ke arah selatan.

Di samping itu, para peneliti juga menemukan bukti bahwa padang rumput yang datar di tepian tarusan adalah suatu kipas alluvial, morfologi serupa kipas. Ujung titik kipas ada di bagian atas (apex) dan ujung setengah lingkaran kipas membentang di bagian bawah (obe). Keseluruhannya seolah bersandar pada suatu dinding lembah atau tepian suatu cekungan.

Di bagian atasnya berhubungan dengan suatu alur atau saluran yang pada waktu-waktu tertentu menjadi sungai. Bentukan kipas aluvial khas terjadi di tepian cekungan yang dindingnya merupakan patahan normal atau patahan turun.

“Kalau tidak ada alur atau saluran di atasnya, bentukan ini kami sebut saja sebagai faset segitiga atau triangular facet yang merupakan ciri khas jalur patahan normal (patahan turun),” tukasnya. Menurutnya, keduanya jenis morfologi yang berkembang di Tarusan Kamang.

Andang juga menemukan patahan sumatra berpijar di hampir sepanjang danau. Dalam riset yang dilakukan Andang pada batu gamping di barat-timur, terdapat bidang rekah-rekah dan kipas alluvial yang berdimensi Iebih kecil.

“Hasil tracking ke peta SRTM didapatkan bukti penunjang morfologi yang menguatkan dugaan bahwa Danau Tarusan Kamang selain punya sifat danau karst juga punya komponen danau tektonik pisah renggang,” ulas Dewan Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini.

Menurut Andang, batu gamping tersebut diperkirakan berumur 400 juta tahun. Danau Tarusan Kamang berusia sekitar 150 ribu tahun. Selain menemukan dominasi batu gamping kristalin termarmerkan dan terekahkan (xtallin marbleized fractured limestone), Andang cs juga menemukan lapisan-lapisan filit melapuk di dinding-dinding tempat parkir dan bongkah kwarsit di sebuah pulau kecil di tengah danau.

"Jenis-jenis batuan yang terakhir tersebut termasuk ke dalam kelompok formasi kuantan yang umurnya sama tuanya dengan batu gamping xtallin,” jelasnya.

Pascariset awal, Andang mengatakan kering-terisi Danau Tarusan Kamang merupakan fenomena bejana berhubungan antara sungai-sungai bawah tanah yang ada di kedalaman tebing dan punggungan gunung batu gamping di bagian timur dan selatan danau dengan rendahan atau cekungan yang dibentuk patahan-patahan.

“Ketika muka air sungai bawah tanah surut sampai level lebih rendah dari dasar danau, maka danau pun mengering. Jika muka air sungai meninggi, air danau pun terisi,” jelasnya.

Kelanjutan penelitian, Andang mengatakan, perlu dilakukan memetakan gua-gua dan sungai bawah tanah (caving-speleologi expedition) Tarusan Kamang, penjelajahan bukit morfologi sungai di seputaran danau untuk dokumentasi aspek struktur stratigrafi, hasil tes dan contoh berbagai jenis air di danau, dan sekitarnya.

“Sampel-sampel batuan dan juga sedimen danau modern telah diambil untuk nanti dianalisis di laboratorium petrografi dan palinologi untuk menentukan sifat dan umur batuan maupun umur pembentukan danau,” ucap Andang.

Pada Juni atau Juli mendatang, Andang berencana membawa ahli karbonat dari Afrika untuk melanjutkan riset batu gamping di kawasan Danau Tarusan Kamang.

metrotvnews /Yose Hendra/Was
images: erison jk

Senin, 28 Januari 2013

[Foto] The Great Wall of Koto Gadang a.k.a Janjang Koto Gadang

[caption id="attachment_5060" align="alignnone" width="612"] by @ariieeff[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="600"]great wall by @tifsembiring[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="600"]great wall by @tifsembiring[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="620"]great wall koto gadang by @FarhanTufiq[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="300"]great wall koto gadang by @BangkitMinang[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="620"]great wall koto gadang via @Ynnette[/caption]

[Foto] Bencana Tanah Longsor di Tanjung Raya, Agam

Bencana alam yang telah memakan korban terjadi saat ini di wilayah Kabupaten Agam yaitu terjadi di Kampung Dadok Jorong Data Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya terjadi pada pukul 04.45 wib yang menimbun 15 rumah penduduk dan diperkirakan 25 jiwa tertimbun longsoran.

[caption id="attachment_5056" align="alignnone" width="620"] Sebanyak 6 jenazah selesai di selenggarakan dan di pusarakan berdekatan dgn lokasi bencana di Kampuang Dadok[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="620"]longsor agam Alat berat saat ini tengah mencari korban yang masih tertimbun longsor di Data Kampuang Dadok, Sungai Batang, Maninjau[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="620"]longsor agam Hingga sore hari, pencarian korban masih terus dilanjutkan di kokasi bencana longsor Tanjung Sani,Sungai Batang,Maninjau[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="620"]longsor agam Sedang berlangsung upaya pencarian korban longor di Kampuang Dadok, Tanjung Sani, Sungai Batang,Maninjau,Agam[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="620"]longsor agam Tim penyelamat memanfaatkan alat berat dan anjing pelacak utk memcari korban longsor yg masih dinyatakan hilang 10 org[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="620"]longsor agam Salah satu korban yanhg sudah meninggal dunia ditemukan tim penyelamat di Tanjung Sani, Sungai Batang, Maninjau[/caption]

images updated by humas agam

"The Great Wall of Koto Gadang" Diresmikan, Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai

[caption id="attachment_5052" align="alignnone" width="346"] The Great Wall of Koto Gadang[/caption]

Menkominfo Tifatul Sembiring meresmikan 'Great Wall' Kotogadang di Agam, Sumatera Barat. 'Great Wall' ala China yang disebut Janjang Kotogadang ini akan menjadi obyek wisata baru di Sumbar.

"Destinasi wisata di Kota Bukittinggi, ada benteng Fort de Kock, Panorama Ngarai Sianok, Lubang Jepang, dan 'Great Wall'," kata Tifatul dalam sambutannya di Agam, Sumbar, Sabtu (26/1/2013) malam.

Pembangunan 'Great Wall' ini merupakan sumbangan dari sejumlah perantau. Nantinya akan dikelola oleh Pemkab Agam dan Pemkot Bukittinggi. 'Great Wall' ini menghubungkan dua wilayah tersebut.

"Orang mendengar Janjang Kotogadang atau Great Wall, nanti akan balik lagi ke sini," jelasnya.

'Great Wall' ini dahulu memang ada. Tapi rusak karena bencana gempa 2007 lalu. Kemudian sekarang dibangun lebih kokoh dan tertata rapi. 'Great wall' ini sepanjang 1,5 Km terdiri atas seribu anak tangga.

Pemandangan di Janjang ini yakni alam elok Ngarai Sianok dan Gunung Singgalang.

Dalam acara penandatanganan prasasti Janjang ini hadir Ketua DPD Irman Gusman, dan mantan menteri Meutia Hatta, serta Azwar Anas. Hadir juga Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Jalan Santai
Sekitar 10 ribu warga Agam dan Bukittinggi mengikuti jalan santai untuk memeriahkan peresmian Janjang Koto Gadang atau The Greatwall Of Koto Gadang Kecamatan IV Koto, Minggu (27/1).

Ikut dalam rombongan Mentri Kominfo Tiffatul Sembiring didampinggi Bupati Agam Indra Catri, Walikota Bukittinggi Ismet Amziz, Anggota DPR Irman Gusman, Mulyadi, para perantau koto gadang dan masyarakat.

Tifatul dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dalam pembangunan Janjang Koto Gadang ini.

Tifatul juga menyampaikan, besok ini pembangunan janjang akan dilanjutkan dari Koto Tuo Kecamatan IV Koto ke Gunug Singgalang dan nanti pada peesmiannya kita akan jalan santai ke Gunug Singgalang.

Tiifatul berharap semoga nantinya Janjang Koto Gadang ini menjadi tempat tujuan wisata dan akan menjadi kunjungan yang sangat menarik bagi para pengunjung nantinya dan juga mengingatkan menjaga serta merawat objek wisata.

Sebelum acara ditutup Irman Gusman membagikan Dorprez untuk para peserta jalan santai untuk pergi umroh yang mendapatkannya Syafri (38) dari Kamang Magek mendapatkan dorprez umroh ke tanah suci.

detik, agam media center
image: erison jk

Inilah Nama-nama Korban Bencana Tanah Longsor Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Agam

[caption id="attachment_5042" align="alignnone" width="333"] Longsor di Tanjung Raya[/caption]

Berikut nama-nama korban tanah longsor yang terjadi di Kampung Dadok Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya, Agam. Kejadian pukul 04.45 wib tanggal 27 Januari 2013

10 orang dalam pencarian:
1. Bayar (70) /P
2. Nursinah (65) /P
3. Rosmi (75) /P
4. Rani (8) /P
5. Riyan (11) /L
6. Mursinah (50) /P
7. Irwan (24) /P
8. P Sutan Sinaro (40) /L
9. Kamal (1,5) /L
10. Nurhaida (23) /P

11 orang telah diketemukan meninggal:
1. Nurhasnah (70 th) /P
2. Tanjuddin (65 th) /L
3. Martini (60 th) /L
4. Julianti (26 th) /P
5. Rosda (55 th) /P
6. Aldi (9 th) /L
7. Asril (58 th) /L
8. Juliardi (25) /L pkl 17.30 wib
9. Indah (9) /P pkl 17.30 wib
10. Emi Astuti (38) /P pkl 17.30 wib
11. Dila (8) /P pkl 17.30 wib

5 orang luka-luka:
1. Badar (L)
2. Mawarni (P)
3. Syahriyal (L)
4. Syafriadi (L)
5. Irwan II (L) di RSUD Lubuk Basung
6. Anto (L/31) dirujuk ke RSU M. Jamil Padang

Kerusakan :
15 buah rumah penduduk

Posko Pengungsian di Kantor Nagari Tanjung Sani

Pusdalops PB Sumbar
image: Humas Agam

Copyright @ 2013 infosumbar . Designed by Templateism | Love for The Globe Press