Announcement:

Selamat datang di blog infosumbar

Tampilkan postingan dengan label #SaveTurtle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #SaveTurtle. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Februari 2013

Telur Penyu Diperdagangkan Terang-terangan di Padang

Telur penyu belimbing (Dermochelys coriacea) dan telur penyu sisik (Eretmochelys imbricata) tampak kembali diperjualbelikan secara terbuka di Kota Padang, Sumatera Barat. Transaksi tersebut dilakukan di sebagian kedai yang terletak di pinggir Jalan Muara, Kota Padang. Telur-telur ini nyaris setiap hari ditawarkan.

Pengamatan pada Minggu (2/12/2012), telur penyu belimbing ditawarkan dengan harga Rp 15.000 per butir. Adapun telur penyu sisik ditawarkan Rp 10.000 per butir. Padahal, kedua jenis penyu ini termasuk langka dan dilindungi.

Seorang penjual telur penyu belimbing di kawasan itu, Rina, mengatakan telur-telur penyu itu diperolehnya dari pemasok di Kabupaten Pesisir Selatan. Saat ini pasokan telur penyu cenderung turun sehingga harganya relatif mahal. Pada Januari 2012 harga satu butir telur penyu sisik sekitar Rp 7.000.

Meski mahal, telur penyu ini tetap diburu. Seperti yang terlihat pada Minggu pagi itu, seorang laki-laki dewasa datang bersama dua anak kecil ke kedai yang dikelola Rina. ”Ini untuk anak-anak saya yang doyan,” katanya sembari menunjuk kedua bocah tersebut.

Rina mengaku jumlah telur penyu yang bisa dijualnya dalam sehari tidak bisa dipastikan. Kadang bisa laku hingga 100 butir per hari. Namun, kerap kali tidak ada yang membeli.

Koordinator Pusat Data dan Informasi Penyu Sumbar Universitas Bung Hatta, Padang, Harfiandri Damanhuri menjelaskan, telur penyu belimbing terakhir kali diketahui diperdagangkan sekitar tujuh bulan lalu. Tahun lalu harganya Rp 8.000 per butir. ”Telur penyu belimbing ini diduga merupakan hasil siklus tahunan,” kata Harfiandri.

Telur penyu belimbing berukuran nyaris sebesar bola biliar, sementara telur penyu sisik hampir seukuran bola pingpong. Pada Minggu pagi tampak empat kedai menjual telur penyu. Adapun pada sore hari, jumlah kedai yang menjual penyu 11 buah.

Data WWF Indonesia yang dilansir dalam laman wwf.or.id menyebutkan populasi penyu belimbing berkurang drastis. Dari 13.000 sarang tahun 1984 berkurang jadi hanya 2.983 sarang pada 1999. Jumlah betina dewasa penyu belimbing di kawasan Pasifik sekitar 2.300 ekor.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Balai Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Sumbar Surajiya mengaku pihaknya akan mendata aktivitas jual beli telur penyu di Kota Padang. Namun, dia belum bisa memastikan kapan hal itu akan dilakukan.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Padang Zalbadri mengaku tengah membangun pusat penangkaran penyu yang akan dioperasikan tahun 2012. ”Pada 2012 kami juga akan mengadakan pelatihan mata pencarian alternatif bagi penjual telur penyu yang dilanjutkan dengan penegakan hukum,” katanya.

Kompas

Pemprov Sumbar Targetkan Penangkaran 15.000 Penyu Selama 2013

[caption id="attachment_5171" align="alignleft" width="620"] Penyu Merah[/caption]

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan penangkaran sekitar 15.000 ekor penyu selama 2013.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Yos Meri di Padang, Senin, mengatakan lokasi penangkaran tersebar di sejumlah pulau di pantai barat Sumbar.

"Lokasinya di Pulau Karabak Ketek, Pulau Penyu di Kabupaten Pesisir Selatan, Pulau Piyeh dan Desa Apar di Kabupaten Padangpariaman, Pulau Bindalang, Pulau Pisang, dan pulau-pulau di sekitar Sikuai," katanya.

Menurutnya, pada tahun lalu sekitar 6.000 anak penyu telah dilepas di kawasan pantai Padangpariaman, dan 2.000 di pesisir Selatan.

Penangkaran penyu tersebut dilakukan sebagai salah satu cara melestarikan populasi hewan dilindungi tersebut. Apalagi telur-telur penyu tersebut diperdagangkan secara bebas.

Ia mengatakan, dalam setahun di masing-masing pulau hanya terdapat 2-5 ekor penyu yang bertelur dengan jumlah terbanyak 120 butir.

Menurunnya jumlah penyu dan telurnya itu disebabkan maraknya penangkapan dan perdagangan telurnya oleh warga yang berdomisili di pulau-pulau tersebut.

Untuk mengurangi eksploitasi telur penyu, lanjut dia, upaya yang dilakukan pemerintah adalah melakukan pendekatan dan membeli seluruh telur dari warga yang tinggal di pulau tersebut seharga Rp2.000 per butir.

"Kalau dijual kepada orang lain, pasti akan dijual kembali, namun jika dijual kepada pemerintah, telur itu dapat ditetaskan untuk menjaga populasinya," katanya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk memberikan kegiatan lain berupa usaha kepada warga yang biasa menjual telur penyu, sehingga tidak lagi menjual telur tersebut.

"Di kawasan Pantai Air Manis hal itu sudah dilakukan terhadap penjual terumbu karang yang dijadikan hiasan. Mereka sekarang sudah berhenti, kalau ini dilakukan terhadap penjual penyu, diharapkan bisa berhasil," katanya.

antara sumbar /ril/jno
image: gulfmax

Penyu Langka Ditemukan Mati Di Pulau Angso Duo Pariaman

Beberapa ekor, di antaranya penyu hijau (Chelonia Mydas) usia dewasa dilaporkan mati di sekitar perairan Kota Pariaman, Sumatera Barat, dan diduga akibat racun potasium yang biasa digunakan para penangkap ikan.

"Sejak beberapa waktu terakhir sering ditemukan bangkai penyu mati di kawasan laut dan pulau di Pariaman, dugaan kuat karena racun potasium," kata Petugas Patroli Polisi Air Polres Pariaman, Bripka Purba di Pariaman, Senin.

Menurutnya, di Pariaman masih ada nelayan yang memakai racun potasium untuk menangkap ikan.

Apakah nelayan lokal atau nelayan asal luar daerah, pemakai potasium ini tak diketahui dari mana asalnya, namun menurut informasi yang ia himpun kebanyakan dari Sibolga, Sumatra Utara.

Purba menjelaskan, biasanya nelayan yang menggunakan racun potasium, ikan-ikan tak langsung mati, kuat dugaan ikan yang terkena potasium itu dimakan oleh penyu sehingga penyu ikut keracunan.

Pada Minggu (10/2), seekor Penyu hijau dengan berat kira-kira 20 kilogram ditemukan mati terdampar di pantai Pulau Ansoduo, 1,5 kilometer dari Pariaman dengan kondisi kulit mengelupas.

Setelah diperiksa, bangkai penyu tersebut selanjutnya dikuburkan di pasir pantai Pulau Ansoduo.

Kasus matinya penyu tersebut telah dilaporkan petugas Pol Air kepada pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pariaman.

Pihaknya di Pol Air Pariaman siap bekerja sama dengan pihak DKP untuk mengawasi populasi penyu di perairan Pariaman.

Sementara itu, penjaga Pulau Ansoduo, Abdul Rahman, mengatakan, aksi perburuan telur penyu di kawasan perairan Pariaman sangat marak.

Menurutnya, pencari telur penyu itu tak segan-segan membunuh penyu untuk sekedar mendapatkan telurnya. Mereka musuh utama populasi penyu di Pariaman.

"Bukan sekedar mencari telur penyu, oknum tak bertanggungjawab ini juga tak segan-segan menangkap dan membedah perut penyu untuk mendapatkan telurnya secara cepat," katanya.

Jumlah pencari telur penyu itu, katanyam cukup banyak. Biasanya mereka beroperasi pada malam hari menggunakan perahu kecil.

Jika terus dibiarkan, ini akan jadi ancaman bagi populasi penyu, tegasnya.

antara

Sabtu, 09 Februari 2013

Akhir-akhir Ini, Penyu Sering Bertelur di Pantai Padang

Nelayan Pantai Purus, Rimbo Kaluang, Padang Barat Kota Padang akhir - akhir ini sering menemukan penyu yang sedang bertelur di kawasan pantai tersebut. Bahkan, dalam dua pekan terakhir, warga hampir setiap malam mendapati induk penyu mendatangi pantai dan menggali lubang karena 'kebelet' bertelur.

Salah seorang nelayan, Ajo Agan (57) menuturkan pengalamannya menemukan induk penyu yang sedang bertelur kepada padangmedia.com di sebuah warung di Pantai Purus, Jumat (8/2).

"Sudah dua malam ini saya berturut - turut menemukan penyu sedang bertelur. Memang akhir - akhir ini sering terlihat katung (penyu) bertelur di sekitar pantai Purus sampai di pantai seberang Muara Purus itu," kata Ajo Agan.

Jumlah telur yang ia dapatkan semalam cukup banyak. Dalam satu lubang itu, ia mendapatkan 120 butir telur penyu. Pada malam sebelumnya, ia mengaku hanya mendapatkan 80 butir.

Ia mengaku sangat beruntung bisa menemukan penyu sedang bertelur. Bagaimana tidak, sebutir telur penyu bisa ia jual setidaknya dengan harga Rp5.000 kepada pedagang di Pantai Muaro.

"Lumayanlah, paling tidak saya bisa mendapatkan Rp1 juta dari telur penyu selama dua hari tidak melaut ini," ujarnnya.

Tidak hanya Ajo Agan. warga lainnya sebelumnya juga sering mendapati penyu sedang bertelur. Lalu, mereka mengambil telurnya untuk dijual.

Belum jelas betul, mengapa penyu - penyu itu kebelet bertelur justru mendatangi pantai yang sama sekali tidak aman bagi telur - telur mereka.

Yang jelas, saat ini perdagangan telur penyu semakin marak di Pantai Muaro Padang. Setidaknya, 20 lapak pedagang di kawasan tersebut menyediakan telur penyu mentah maupun yang sudah dimatangkan.

Ketika padangmedia.com menanyakan kepada salah seorang pedagang, Misra (37), darimana telur telur tersebut didapatkan, ia mengatakan ada yang mengantarkan.

"Telur - telur ini ada yang mengantarkan. Kami hanya membeli dari orang yang mengantarkan. Mereka ada yang datang dari Pesisir Selatan dan ada juga orang sekitar Pantai Padang ini," tukasnya.

Dikatakan Misra, ia menjual telur penyu dengan harga Rp6.000 hingga Rp8.000 per butir.

Maraknya penjualan telur penyu itu mengundang keprihatinan dari LSM yang peduli kelestarian penyu ini.

padangmedia / der

Copyright @ 2013 infosumbar . Designed by Templateism | Love for The Globe Press